Categories
Uncategorized

Cara Membuat Jenang Abang Camilan Yang Mengandung Banyak Filosofi

Camilan Jenang bukan hanya sekedar makanan khas tradisional  yang digemari oleh masyarakat Jawa. Lebih dari pada itu, jenang rupanya memiliki makna filosofis dan simbol-simbol yang diyakini oleh orang Jawa. Selain sebagai perwujutan rasa syukur kepada-Nya, jenang juga dijadikan simbol doa, persatuan, harapan, dan semangat masyarakat Jawa. Berbagai macam jenis simbol antar jenang satu dengan lainnya berbeda-beda mengingat ada banyak jenis jenang yang terkenal di Pulau Jawa.

Jenang Abang

cara membuat jenang abang

Jenang abang atau merah yang biasanya juga disebut jenang sengkala. Jenang satu ini sekilas sama dengan jenang sumsum yaitu berwarna putih yang dicampur dengan gula merah dan terkadang dengan parutan kelapa di atasnya. Dalam acara-acara adat seperti penyambutan tahun baru pada kalender Jawa atau yang sering disebut dengan suro ini selalu menghadirkan jenang abang sebagai makanan pelengkap dan menjadi makanan khas yang selalu disajikan. Jenang ini memiliki simbol atau makna rasa syukur kepada Tuhan akan datangnya bulan baru dan juga sebagai ungkapan doa penyerahan diri kepada Tuhan untuk memohon keselamatan dan keberkahan pada tahun baru.

Filosofi Jenang Abang / Jenang Sengkala

Membuang Kesialan

Secara sederhana, Jenang Abang /Bubur Sengkolo dipercaya masyarakat Jawa bisa menghindarkan manusia dari kesialan atau sebagai penolak bala. Jenang Abang biasanya disuguhkan dalam acara adat seperti selametan ketika ada bayi baru lahir, acara pernikahan, musim panen, musim tanam, pendirian rumah, dan lain sebagainya.

Ketika agama islam mulai masuk ke nusantara, nilai-nilai agama kemudian mulai masuk dalam acara selametan masyarakat Jawa. Jenang Abang atau Bubur Sengkolo menjadi simbol doa kepada Tuhan yang Maha Esa. Jenang yang dibagi-bagikan kepada tetangga, teman dan sanak saudara juga dimaknai sebagai amal sosial.

Kesungguhan Harapan

Masyarakat Jawa percaya apabila dalam pelaksanaannya doa tidak hanya dipanjatkan begitu saja. Ada beragam sesaji yang disiapkan sebagai bentuk kesungguhan doa.

Jenang Abang / Bubur Sengkolo merupakan salah satu camilan makanan yang cukup sering digunakan dalam acara adat selametan masyarakat Jawa.

Dalam agama islam, Jenang Abang termasuk doa bil isyaroh. Doa yang dalam aplikasinya direalisasikan melalui perlambang. Tujuannya ialah untuk menguatkan doa yang dipanjatkan sehingga kemungkinan terkabul lebih besar.

Dimensi Sosial Doa

Selametan di dalam tradisi Jawa yang biasa menyediakan Jenang Abang menjadi bentuk kesungguhan manusia dalam mengharap kebaikan dari Tuhan. Selain itu sekaligus sebagai wujud terciptanya dimensi sosial doa.

Dalam acara selametan pada tradisi masyarakat Jawa, sanak saudara dan para tetangga mereka berkumpul untuk mendoakan hal-hal baik bagi yang punya hajat. Kesempatan itu menjadi perekat silaturahmi sekaligus kesempatan untuk berbagi nikmat rezeki yang diperoleh si empunya hajat.

Membuat Jenang cukup mudah dalam proses pengolahannya. Resep dan cara membuat jenang pun hapir-hampir mirip dengan resep dan cara membuat dodol agar. Meskipun demikian, membuat dodol dikenal lebih panjang dan lama proses pembuatanya karena dodol prosesnya pembuatanya cukup lama menggunakan mesin pengaduk dodol aneka bahan ini sangat di rekomendasikan.

Dalam cara membuat jenang abang untuk mendapatkan hasil jenang yang manis, gurih, lembut dan juga lumer ada beberapa trik yang dapat kita lakukan. Untuk mendapatkan hasil jenang yang sesuai dengan harapan yaitu yang lembut dan lumer berikut ini tips dan triknya

Tips Membuat Jenang Abang yang Lembut dan Lumer

cara membuat jenang abang

Dalam membuat bubur merah yang lembut, ada beberapa tips yang perlu kalian ikuti. Yuk, kita simak di bawah ini tipsnya agar nanti bubur yang kita buat bisa sempurna.

Pemilihan dan Pencucian Beras

Beras yang digunakan sebaiknya yang memiliki bulir bagus dan tidak pecah-pecah. Setelah mendapatkan beras dengan kulitas yang bagus, beras perlu dicuci terlebih dahulu, kemudian direndam minimal 2 jam sebelum nantinya diolah. Kenapa harus direndam? Agar nanti ketika dimasak cepat lunak.

Perbandingan 1:5

Kalau mau memasak 1 liter beras, gunakan 5 liter air. Ingat-ingat perbandingannya, yaitu 1:5. Jadi kalau mau memasak 2 liter beras, air yang dibutuhkan adalah 10 liter. Bubur yang dimasak nantinya akan menyerap banyak air, jadi air yang dibutuhkan pasti lebih banyak.

Masak dengan Api Sedang

Agar semua bahan (seperti gula merah, santan, dan garam) terserap dengan baik, maka gunakan api sedang ketika memasaknya. Jangan lupa untuk diaduk setiap 5-19 menit. Pengadukan ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemecahan bulir beras. Selain itu, agar proses penyerapan air dan santan lebih merata.

Gunakan Sendok atau Spatula Kayu

Biar tidak menimbulkan kerak, gunakan sendok atau spatula berbahan kayu untuk mengaduknya.

Siapkan Air Panas Cadangan

Bubur sudah meletup tapi sepertinya belum matang sempurna? Coba tambahkan air panas. Tujuannya agar kekentalan bubur tetap terjaga dan nantinya bisa matang merata.

Jika kalian berminat ingin mengetahui Cara Membuat Jenang Abang, berikut saya paparkan beberapa Resep dan Cara Membuat Jenang Abang yang bisa langsung kalian coba di rumah.

Resep dan Cara Membuat Jenang Abang

cara membuat jenang abang

Resep Jenang Abang

Bahan-bahan :

  • 250 gram beras
  • 200 gram gula merah atau gula Jawa
  • 100 ml air
  • 1,5 liter santan
  • 2 sdm gula pasir
  • 1 sdt garam
  • 2 lembar daun pandan
  • 1/2 sdt kapur sirih

Cara Membuat Jenang Abang :

  1. Langkah Cuci bersih beras, lalu rendam beras di dalam air selama 2-3 jam. Kemudian tiriskan sebentar.
  2. Setelah itu, masukkan ke wadah besar. Tambahkan santan, daun pandan dan garam. Masak dengan api sedang hingga mendidih.
  3. Sambil terus diaduk, masukkan gula pasir. Masak sampai bubur halus, kental dan meletup-letup ya.
  4. Untuk membuat bubur warna merah, larutkan gula ke dalam 100 ml air. Setelah itu, masukkan larutan gula ke dalam bubur dan kapur sirih. Aduk hingga rata dan meletup-letup, matikan api.
  5. Siapkan mangkuk, ambil bubur merah, sajikan sajian bubur merah. Jangan lupa letakkan daun pandan di atasnya untuk hiasan.

Resep jenang abang yang cukup mudah bukan? Selamat mencoba resep ini dan semoga berhasil membuatnya di rumah.

Terimakasih sudah membaca artikel mengenai Cara Membuat Jenang Abang Camilan Yang Mengandung Banyak Filosofi. Jangan lupa untuk share atau bagikan artikel ini kepada keluarga dan teman mu ya !.

Baca juga berbagai macam artikel yang menarik dan inspiratif lainya pada website ini !